Mahasiswa S2 PGMI UIN Sunan Kalijaga Terpilih Kembali sebagai Penulis Instrumen AKMI Literasi Membaca 2024

Esty Cahyaningsih, seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kembali terpilih menjadi penulis instrumen Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) untuk literasi membaca jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) tahun 2024. Penunjukkan ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya dipercaya pada posisi yang sama di tahun 2022. Ia terpilih bersama 15 guru lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia setelah berhasil lolos seleksi. Esty mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam tim pengembang instrumen AKMI.

Perjalanan Esty dalam program AKMI dimulai pada tahun 2021, ketika ia bergabung sebagai Instruktur Provinsi Literasi Sains. Kemampuan dan dedikasinya membawa Esty dipercaya sebagai penulis instrumen literasi membaca pada tahun 2022, dan kembali dipercaya untuk posisi yang sama di tahun 2024. Pada saat menjadi Instruktur Provinsi, ia pernah berkolaborasi untuk menjadi narasumber pada Bimtek Tindak Lanjut Hasil AKMI bersama dengan Dr. Winarti, S.Pd., M.Pd. Si, salah satu dosen dari Pendidikan Fisika yang saat ini menjadi Wakil Dekan 3 FITK UIN Sunan Kalijaga.

Program AKMI ini merupakan langkah strategis Kementerian Agama dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan madrasah di Indonesia. AKMI sendiri merupakan program evaluasi yang dirancang untuk mengukur kompetensi peserta didik madrasah yang meliputi empat aspek utama: Literasi Membaca, Literasi Numerasi, Literasi Sains, dan Literasi Sosial Budaya. Dalam perannya sebagai penulis instrumen, Esty bertanggung jawab dalam mengembangkan soal-soal untuk mengukur kompetensi literasi membaca siswa MI.

Esty bertanggung jawab dalam mengembangkan instrumen yang mengukur kemampuan peserta didik madrasah dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan, dan memaknai berbagai jenis teks. Instrumen yang dikembangkan mencakup berbagai aspek literasi membaca seperti menemukan dan mengakses, menginterpretasikan dan mengintegrasikan, serta mengevaluasi dan merefleksi.

Sebelum menyusun soal AKMI, ia harus membuat stimulus soal yang menarik dan bermakna. Stimulus disesuaikan dengan capaian kompetensi yang memiliki level kognitif yang berbeda-beda. Stimulus yang ditulis merupakan jenis teks fiksi dan informasi. Teks dibatasi kata antara 100-300 sesuai dengan capaian kompetensinya, agar peserta didik tidak cepat bosan. Stimulus yang dibuat bukan hanya dalam bentuk cerita, tetapi juga dalam bentuk grafik, diagram, dan infografik. Selain itu soal-soal AKMI juga sudah disesuaikan dengan standar nasional dan internasional. Bentuk soal yang dibuat beragam, seperti isian singkat, pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, benar salah, dan menjodohkan.

Dalam pembuatan stimulus, seluruh penulis dibimbimg secara langsung oleh para pakar seperti Prof. Anwar Efendi, M.Si. dari Universitas Negeri Yogyakarta dan Prof. Sultan, M.Pd. dari Universitas Negeri Makassar. Stimulus dan soal sebelum diujikan kepada peserta didik sudah melalui proses review dan revisi yang panjang dari para pakar. Selain itu, soal-soal juga harus lolos uji keterbacaan dan uji validasi.

"Tanggung jawab ini merupakan kesempatan sekaligus tantangan untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan madrasah di Indonesia," kata Esty saat dikonfirmasi mengenai penunjukannya.

Sebagai penulis instrumen AKMI 2024, Esty berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan instrumen nasional dalam upaya peningkatan mutu pendidikan peserta didik di Indonesia.