Standarkan Kualitas Lulusan, Asosiasi Prodi S2 PGMI se-Indonesia Sepakati Kurikulum Inti Baru 2026

YOGYAKARTA, 9 Juli 2026 – Dalam upaya menyelaraskan mutu dan memperkuat daya saing lulusan magister di bidang pendidikan dasar Islam, Forum Asosiasi Program Studi S2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) se-Indonesia resmi menetapkan standar kurikulum inti baru. Keputusan strategis ini diambil dalam rapat nasional yang digelar secara daring pada Kamis 9 Juli 2026.

Dalam pertemuan tersebut, sebanyak 15 prodi magister PGMI dari asosiasi menyepakati struktur 14 Mata Kuliah Inti dengan total beban 37 SKS sebagai standar minimal kurikulum. Kurikulum baru yang disebut sebagai Kurikulum 2026 ini akan mulai diberlakukan secara serentak bagi mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027.

Ketua Forum Asosiasi prodi S2 PGMI se-Indonesia, Dr. Aninditya Sri Nugraheni, M.Pd., menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar untuk menjawab tantangan zaman. Kendati standar kompetensi minimal telah dikunci, setiap Perguruan Tinggi diberikan fleksibilitas penuh dalam menentukan nomenklatur mata kuliah.

"Penamaan mata kuliah disesuaikan dengan karakteristik dan keunggulan lokal masing-masing perguruan tinggi. Yang paling utama adalah esensi, substansi, dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) tetap sama dan terjaga mutunya," ujarnya.

Satu hal yang menjadi pembeda signifikan dalam Kurikulum 2026 ini adalah penekanan yang kuat pada keterampilan akademik riil mahasiswa. Asosiasi mewajibkan munculnya mata kuliah Field Study (Magang) dan Publikasi Ilmiah (Academic Writing). Kehadiran dua mata kuliah ini diproyeksikan mampu mendongkrak produktivitas riset serta memastikan mahasiswa memiliki kesiapan praktis di lapangan sebelum lulus.

Tidak berhenti pada penetapan kurikulum, forum asosiasi juga berkomitmen menjadikan wadah ini sebagai ruang kolaborasi yang aktif untuk saling berbagi praktik baik (best practices). Sebagai bentuk implementasi nyata dari kesepakatan ini, dalam waktu dekat asosiasi akan merealisasikan sejumlah agenda strategis, meliputi penandatanganan kerja sama formal (MoU dan SPK), pertukaran dosen melalui Guest Lecture, serta Workshop Asesmen CPL untuk menyamakan standar evaluasi pembelajaran.

Melalui langkah serentak ini, prodi S2 PGMI se-Indonesia optimis dapat mencetak lulusan magister yang unggul, adaptif, serta mampu memimpin inovasi pendidikan dasar Islam di tingkat nasional maupun internasional.

Tentang Asosiasi Magister PGMI Indonesia:

Asosiasi Prodi S2 PGMI se-Indonesia merupakan forum komunikasi dan kolaborasi antar-penyelenggara program studi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia yang berfokus pada pengembangan keilmuan, riset, dan pengabdian masyarakat di bidang pendidikan dasar.

Ketua: Dr. Aninditya Sri Nugraheni, S.Pd., M.Pd (UIN SUKA Yogyakarta)

Sekretaris: Dr. Barsihanor, M.Pd.I (UNISKA Banjarmasin)

Anggota:

1. Dr. Hj. Samsul Susilawati, M.Pd ( UIN Malang )

2. Dr. H. Husni Mubarok, M.Pd.I (UIN Kudus)

3. Dr. Nadlir, M.Pd.I (UIN SUNAN AMPEL)

4. Dr. Aliwafa, M.Ag (UIN Sunan Ampel)

5. Dr. Mimi Hariyani, M.Pd (UIN Sultan Syarif Kasim Riau)

6. Dr. Layla Mardliyah, M.Pd (UIN Saifuddin Zuhri, Purwokerto)

7. Dr. Endang Sulistyowati, M.Pd.I (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

8. Dr. Fitri Meliani, S.psi, M.S.I (Univ Islam Bunga Bangsa Cirebon )

9. Dr. Moh. Sutomo, M. Pd. (UIN KHAS Jember)

10. Dr. Agus Purwowidodo, M. Pd (UIN SATU TULUNGAGUNG)

11. Dr. Candra Mochamad Surya (IAI Rakeyan Santang Karawang

12. Dr. Aramudin, M.Pd. (UIN Sultan Syarif Kasim Riau)

13. Dr. Mutia, M.Pd. (IAIN Curup)

14. ⁠ Dr. Nur Khasanah, M. Ag ( UIN Gusdur Pekalongan )

15. Dr. Khusna Widhyahrini, M.Si (UIN Salatiga)

16. Dr. H. Dadan F. Ramdhan, M.Ag., M.M.Pd. (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)